Jepara-kompas86news.com
Kamis 24-9-2026 Batuud merangkap Babinsa Desa Sidigede, Peltu Eko Utomo, anggota Koramil 06/Welahan, melaksanakan monitoring dan pengecekan kondisi pintu air di Sungai SWD II, Blok Sawah Ngrakas, Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk mengetahui kondisi pintu air yang mengalami kerusakan.
Pengecekan dilakukan guna memastikan kondisi sarana pengendali aliran air tersebut sekaligus mengidentifikasi tingkat kerusakan yang perlu segera mendapatkan penanganan. Kondisi pintu air yang mengalami kerusakan dinilai perlu mendapat perhatian agar tidak mengganggu fungsi pengaturan aliran air, terutama saat debit sungai meningkat.
Dalam kegiatan tersebut, Peltu Eko Utomo bersama unsur terkait melakukan pemeriksaan secara langsung terhadap kondisi pintu air. Hasil pengecekan selanjutnya akan menjadi bahan koordinasi dan pengajuan usulan perbaikan kepada Pemerintah Kabupaten Jepara.
Upaya perbaikan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali fungsi pintu air dalam mengatur aliran Sungai SWD II. Keberadaan pintu air yang berfungsi dengan baik sangat diperlukan, khususnya bagi kawasan persawahan dan permukiman yang berpotensi terdampak genangan ketika terjadi peningkatan debit air.
Kegiatan monitoring turut dihadiri Camat Mayong, Bapak Suhadi, SKM., MMKes., Polsek Welahan Aiptu Heri N., Kasi PMD Kecamatan Welahan Bapak Adi P., perangkat Desa Sidigede, serta kelompok tani Desa Sidigede. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan adanya koordinasi lintas sektor dalam menyikapi kondisi sarana pengairan di wilayah Desa Sidigede.
Peltu Eko Utomo menyampaikan bahwa pengecekan ini merupakan bentuk kepedulian dan langkah antisipatif terhadap potensi dampak banjir di wilayah Desa Sidigede. Dengan adanya laporan kondisi pintu air secara langsung dari lapangan, diharapkan usulan perbaikan dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait sesuai dengan kewenangannya.
Melalui koordinasi antara TNI, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, kepolisian, dan kelompok tani, diharapkan penanganan pintu air Sungai SWD II dapat dilakukan secara tepat. Perbaikan sarana tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran pengaturan aliran air serta mengurangi risiko dampak banjir yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan lahan pertanian di Desa Sidigede. (R)